Membaca Krisis Iklim pada Tubuh Perempuan

Sebuah workshop bertajuk adaptasi perempuan pesisir terhadap krisis iklim digelar di Posko KNTI Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KPPI (Kesatuani Perempuan Pesisir Indonesia) dan diikuti oleh perempuan-perempuan nelayan dari tiga wilayah: Semarang, Demak, dan Tangerang. Fasilitator workshop, Siti Maimunahi dan Mia Hasmi, memandu jalannya proses selama beberapa hari ke depan, dengan tujuan menggali pengalaman hidup READ MORE

Cerita dari Pesisir: Perempuan, Iklim, dan Ketahanan yang Teruji

Di banyak kampung nelayan, perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global yang jauh dari keseharian. Ia telah berubah menjadi tamu tak diundang yang rutin mengetuk pintu rumah. Datang lewat banjir rob yang tiba-tiba, gelombang pasang yang makin tinggi, hingga angin laut yang makin ganas dan tak menentu. Di Semarang, Demak, dan Tangerang, perempuan nelayan menghadapi READ MORE

Dampak Trawl dan Krisis Iklim terhadap Perempuan Pesisir Indonesia

Di tengah laju perubahan iklim yang semakin mengancam dan eksploitasi laut yang tak kunjung henti, perempuan pesisir berdiri sebagai penjaga kehidupan yang paling terdampak, namun juga paling sering diabaikan. Suara itu disuarakan oleh Hasmia, Dewan Pembina Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI), dan Nilawati, Ketua DPD KPPI Kota Medan, dalam Konferensi Kelautan PBB ke-3 (UNOC 3) READ MORE

Melihat dari Pesisir, Mendengar dari Perempuan: Memperjuangkan Keadilan Perikanan

“Melihat dari Pesisir, Mendengar dari Perempuan” merupakan hasil riset kolaboratif antara Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) dan Sajogyo Institute yang mendokumentasikan pengalaman perempuan nelayan dalam mengelola wilayah pesisir, menghadapi kekerasan berbasis gender, dan menyikapi krisis iklim di 17 kabupaten/kota di Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan Feminist Participatory Action Research (FPAR), menjadikan perempuan nelayan sebagai READ MORE

Relawati

Setiap pagi, Relawati menyusuri jalanan Desa Bungo, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Di tangan dan kepalanya tergenggam dagangan hasil laut: kerang dara, kerang bulu, kerang batik, dan tiram. Hasil dari tambak, dari laut, dari tangan-tangan nelayan yang sebagian besar adalah laki-laki. Ia menjajakan hasil itu dari rumah ke rumah, kadang ke desa lain saat musim panen READ MORE

Hari Kartini: Perjuangan Perempuan Pesisir untuk Akses Air Bersih

Setiap 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, sebagai momentum mengenang dan menghormati perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Berkenaan dengan itu, Ketua Umum Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI), Rosinah menyampaikan tentang makna penting Hari Kartini. Menurutnya, Hari Kartini bagi perempuan tidak hanya bermakna emansipasi  perempuan, tetapi juga memiliki nilai perjuangan perempuan untuk  merebut READ MORE

Perempuan Nelayan Bersuara di Musrenbang: Langkah Kecil dari Pesisir Utara Medan

Tahun 2025–2026, arah pembangunan Kota Medan mulai menoleh ke arah utara. Wilayah pesisir yang selama ini seolah terlupakan akhirnya masuk dalam skala prioritas pembangunan. Melalui pra-Musrenbang yang digelar Pemerintah Kota Medan, terungkap bahwa fokus pembangunan akan diarahkan ke wilayah Medan Utara—termasuk Kecamatan Medan Belawan—dengan perhatian khusus pada sanitasi, air bersih, dan pengelolaan sampah. Seluruh program READ MORE

KPPI Serukan Hentikan Perampasan Ruang Hidup Nelayan dan Wujudkan Keadilan Perikanan

Jakarta, 12 Maret 2025 – Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) bersama Sajogyo Institute meluncurkan buku Pendokumentasian Wilayah Kelola Perempuan Pesisir, Kekerasan Berbasis Gender, dan Krisis Iklim di 17 Kabupaten/Kota di Indonesia. Buku ini mengungkap berbagai temuan penting mengenai peran perempuan nelayan dalam mengelola sumber daya laut serta tantangan yang mereka hadapi akibat ketimpangan kebijakan dan READ MORE

Tantangan dan Solusi Sanitasi, Persampahan, dan Air Bersih di Wilayah Pesisir Indonesia

Sanitasi, persampahan, dan akses air bersih merupakan isu krusial yang masih menjadi tantangan besar di wilayah pesisir Indonesia. Meskipun pemerintah telah mencatat kemajuan dalam meningkatkan akses air minum hingga 90,78% dan sanitasi layak hingga 80,92%, hanya 7,5% rumah tangga yang menikmati air minum aman dan 10,16% yang memiliki fasilitas sanitasi aman (lestari.kompas, 2024). Ketimpangan akses READ MORE