KPPI Serdang Bedagai

KPPI Serdang Bedagai, berdiri sejak 2020 dan beranggotakan 50 perempuan, hadir sebagai wadah perjuangan perempuan pesisir yang menghadapi tantangan besar dalam keseharian mereka. Perempuan pesisir sering terbatas oleh waktu karena harus membagi antara pekerjaan rumah dan aktivitas luar rumah, yang akhirnya menghambat kreativitas dan peluang mereka untuk berkembang. Dampak perubahan iklim, seperti banjir rob, turut memperburuk keadaan dengan merusak fasilitas kerja mereka.

Selain itu, kebijakan yang mengizinkan masuknya ikan impor ke Indonesia membuat harga ikan lokal turun drastis, mempersulit nelayan lokal untuk bersaing. Di sisi lingkungan, rendahnya kesadaran masyarakat tentang kebersihan menyebabkan masalah pencemaran, seperti kebiasaan membuang sampah ke sungai yang merusak ekosistem pesisir.

Program utama KPPI adalah sosialisasi agar perempuan pesisir lebih aktif dan mandiri. Mereka diajarkan mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tinggi seperti kerupuk, bakso ikan, dan hiasan dari kulit kerang. Tradisi lokal “Jamu Laut” juga masih dilestarikan, di mana nelayan berkumpul setiap tahun untuk makan ikan bersama, berdoa agar laut tetap membawa berkah bagi mereka.

Di bidang pelatihan, KPPI memberikan kursus pengolahan makanan laut yang memperluas keterampilan dan meningkatkan penghasilan perempuan pesisir. Kesuksesan besar lainnya adalah pembentukan hutan mangrove yang kini menjadi perlindungan alami pesisir. Dengan program ini, perempuan kini lebih aktif bekerja, dari memilah kerang hingga mengolah hasil laut, yang secara langsung meningkatkan pendapatan keluarga.

Ke depan, KPPI berencana meningkatkan pendapatan perempuan melalui pendataan dan pemberian akses bantuan UMKM, serta memperoleh kartu e-Kusuka untuk kesejahteraan nelayan perempuan. KPPI berharap pemerintah memberi kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan pesisir, agar mereka terus berdaya, mandiri, dan mampu memanfaatkan potensi alam dengan tetap menjaga kelestariannya.

Leave a Reply