KPPI Lombok Timur adalah organisasi masyarakat yang terdiri dari 50 perempuan pesisir dari beberapa desa di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini didirikan pada 21 Januari 2021 setelah diskusi yang dipimpin oleh Sri Wahyu, seorang petani tambak garam, bersama Komunitas Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) untuk membahas isu-isu terkait BBM bersubsidi dan peran perempuan dalam pekerjaan nelayan serta tambak garam.
KPPI Lombok Timur aktif mendorong penyelamatan ruang hidup perempuan pesisir, advokasi tata kelola wilayah, serta pengembangan ekonomi kreatif. Mereka menghasilkan produk seperti kerupuk cangkang kepiting, kerupuk cumi, terasi, dodol rumput laut, dan garam beryodium. Selain itu, KPPI juga memperjuangkan solusi atas tantangan sosial seperti pernikahan dini, pengangguran, kasus perceraian, dan marginalisasi perempuan nelayan, serta masalah lingkungan seperti sanitasi buruk, fasilitas pembuangan sampah yang tidak memadai, dan kekeringan.
Melalui berbagai program pendampingan, KPPI berharap dapat meningkatkan kemandirian ekonomi, mewujudkan keadilan gender, dan membantu perempuan pesisir menghadapi dampak perubahan iklim, sehingga tercipta masyarakat pesisir yang lebih sejahtera.

