KPPI Demak, dibentuk pada 2023 dengan 20 anggota, hadir untuk mendampingi perempuan pesisir menghadapi tantangan hidup. Sebagai istri nelayan, mereka kerap kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari saat cuaca buruk menghalangi suami melaut, bahkan sering harus berutang. Tantangan lain seperti minimnya sanitasi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan sulitnya akses pendidikan bagi anak-anak semakin memperberat beban mereka.
Dampak rob dan penurunan permukaan tanah juga menambah kesulitan dalam menjaga lingkungan pesisir. Program utama KPPI saat ini adalah pendokumentasian wilayah dan kegiatan KPPI, sebagai dasar untuk memahami masalah dan potensi yang ada. Meski belum ada pelatihan formal, KPPI aktif menyusun parameter untuk mengukur keberhasilan setiap program.
Rencana ke depan mencakup kaderisasi anggota dan program advokasi yang lebih luas untuk memperjuangkan hak-hak perempuan pesisir. KPPI berharap pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan perempuan pesisir, terutama dalam hal fasilitas umum.
Dengan semangat tinggi, KPPI Demak berkomitmen agar perempuan pesisir lebih berdaya, memperjuangkan hak-haknya, dan menjaga kelestarian lingkungan.

