KPPI Bangkalan, yang berdiri pada 1 Februari 2023 dengan 15 anggota, hadir sebagai wadah bagi perempuan pesisir di Kwanyar Barat. Mereka menghadapi tantangan berat, seperti penurunan ekonomi akibat cuaca tak menentu, mahalnya alat tangkap, dan minimnya perhatian pemerintah. Masalah sampah juga menjadi sorotan utama, di mana kurangnya fasilitas pembuangan membuat masyarakat bingung cara menjaga kebersihan tanpa mencemari laut.
Program utama KPPI meliputi pemetaan wilayah pesisir, diskusi isu gender, perubahan iklim, dan pelatihan menjadi fasilitator. Meski belum ada program yang sepenuhnya terealisasi, KPPI telah menggelar audiensi dengan dinas terkait dan menginisiasi gotong royong memperbaiki sumber air untuk masyarakat. Tradisi lokal seperti lomba perahu layar dan “Rokat Tase’” tetap dilestarikan, sebagai wujud syukur dan doa bagi hasil laut yang melimpah.
KPPI berkomitmen memperjuangkan hak perempuan pesisir agar lebih diperhatikan, diberdayakan, dan dilibatkan dalam pengambilan kebijakan. Mereka juga mendorong hadirnya TPS untuk mengelola sampah, menjaga kebersihan pesisir, dan meningkatkan ekonomi masyarakat. KPPI percaya bahwa perempuan pesisir memiliki peran besar dalam menjaga lingkungan dan menciptakan perubahan positif bagi komunitasnya.

