Wujudkan Akses Air Minum yang Aman dan Sanitasi Layak Bagi Perempuan Pesisir

Krisis air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan serius di wilayah pesisir Indonesia. Hasil audit sosial Koalisi PRIMA (Penguatan Representasi dan Inklusi Perempuan dalam Anggaran) tahun 2023–2025 menunjukkan bahwa 41% rumah tangga pesisir belum memiliki akses sanitasi aman, dan hanya 20% yang terhubung ke jaringan pipa air bersih. Di kampung kota, kondisinya bahkan lebih buruk: READ MORE

Melihat dari Pesisir, Mendengar dari Perempuan: Memperjuangkan Keadilan Perikanan

“Melihat dari Pesisir, Mendengar dari Perempuan” merupakan hasil riset kolaboratif antara Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) dan Sajogyo Institute yang mendokumentasikan pengalaman perempuan nelayan dalam mengelola wilayah pesisir, menghadapi kekerasan berbasis gender, dan menyikapi krisis iklim di 17 kabupaten/kota di Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan Feminist Participatory Action Research (FPAR), menjadikan perempuan nelayan sebagai READ MORE

Metode Pendokumentasian Wilayah Kelola Perempuan Pesisir

Buku ini disusun untuk memperkuat Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) dalam mendokumentasikan sumber agraria dan sistem tenurial pesisir, serta pengelolaan sumber daya pesisir berbasis pengalaman perempuan dengan pendekatan Hak Asasi Manusia. Melalui proses belajar bersama, buku ini mengangkat isu-isu penting yang dihadapi perempuan nelayan, yang perannya dalam pemenuhan pangan keluarga sangat signifikan namun masih kurang READ MORE

Bahan Bacaan untuk Pendokumentasian Wilayah Kelola Perempuan Pesisir

Buku ini disusun sebagai upaya memperkuat Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) dalam mendokumentasikan sumber agraria dan sistem tenurial pesisir, serta pengelolaan sumber daya pesisir berbasis pengalaman perempuan dengan pendekatan Hak AsasiManusia. Pengetahuan ini diangkat melalui proses belajar bersama untuk menyoroti peran perempuan nelayan yang krusial dalam pemenuhan pangan keluarga, meskipun hingga kini belum sepenuhnya diakui. READ MORE