Rusmini (Kendal)

Di pesisir Kendal, Jawa Tengah, penguatan perempuan lahir dari inisiatif para penggiat UMKM yang melihat langsung kerentanan ekonomi keluarga nelayan. Salah satunya adalah Bu Rusmini, pelaku UMKM dan pengrajin batik Kendal, yang aktif menggerakkan KPPI Kendal sebagai ruang belajar dan pemberdayaan perempuan pesisir. Keunikan KPPI Kendal terletak pada latar belakang pengurusnya yang bukan berasal dari READ MORE

Beban Ganda Perempuan Pesisir: Ketidakadilan Gender dan Dampak Krisis Ekologis

Perbincangan mengenai gender sering disalahpahami, seolah-olah hanya sebatas pembedaan biologis. Padahal, untuk memahami esensinya, kita perlu memisahkannya dari jenis kelamin (sex). Jenis kelamin adalah perbedaan biologis dan anatomis (seperti memiliki rahim atau memproduksi sperma) yang bersifat universal. Sebaliknya, gender adalah konstruksi sosial dan budaya yang dibangun masyarakat, mencakup peran, perilaku, dan harapan yang dilekatkan pada READ MORE

Surat dari Dayah – Edisi Ruang Hidup dan Perlawanan

Ketika pelayanan publik dijanjikan sebagai hak setiap warga, perempuan di desa-desa justru sering merasakan betapa panjang dan terjal jalan menuju keadilan. Air bersih yang semestinya mudah dijangkau, pengelolaan sampah yang seharusnya menjadi layanan dasar, hingga ruang aman untuk menyampaikan aspirasi—semuanya masih kerap terasa jauh dari jangkauan. Dalam edisi terbaru Surat dari Dayah, kita diajak mendengar READ MORE

Rosita

Di pesisir Tangerang, Rosita menjalani hari-harinya sebagai ibu rumah tangga sekaligus pekerja kerang. Ia bersama perempuan nelayan lain di KPPI Tangerang setiap pagi mengupas kerang hijau, menetrik kerang, dan membereskan jaring. Dari tangan-tangan mereka, hasil laut yang keras dan berlendir itu menjadi sumber penghidupan bagi keluarga. Namun, di balik keseharian itu, gelombang tantangan kian besar. READ MORE

Surat dari Dayah – Ketika Ruang Hidup Menyempit

Ketika pembangunan menjanjikan kemajuan, perempuan pesisir justru merasakan penyempitan ruang hidup. Tanah yang mereka pijak, air yang mereka timba, dan ruang untuk bernapas kini semakin sempit, terdesak oleh proyek-proyek besar yang mengatasnamakan kepentingan bersama. Dalam edisi terbaru Surat dari Dayah, kita diajak mendengarkan suara dari permukiman pesisir, tempat perempuan menjemur ikan, menimba air, dan menata READ MORE

Wujudkan Akses Air Minum yang Aman dan Sanitasi Layak Bagi Perempuan Pesisir

Krisis air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan serius di wilayah pesisir Indonesia. Hasil audit sosial Koalisi PRIMA (Penguatan Representasi dan Inklusi Perempuan dalam Anggaran) tahun 2023–2025 menunjukkan bahwa 41% rumah tangga pesisir belum memiliki akses sanitasi aman, dan hanya 20% yang terhubung ke jaringan pipa air bersih. Di kampung kota, kondisinya bahkan lebih buruk: READ MORE

Strategi Adaptasi Perempuan Pesisir Demak Menghadapi Dampak Perubahan Iklim

Perempuan pesisir di Kabupaten Demak memiliki pengalaman unik dalam memahami perubahan iklim. Pengetahuan mereka tidak diperoleh semata-mata dari buku pelajaran atau bahkan seminar atau Pendidikan formal lainnya, melainkan tumbuh dari pengalaman hidup sehari-hari, dari observasi terhadap laut, cuaca, dan dampaknya bagi keluarga serta lingkungan sekitar. Proses belajar ini berjalan alami melalui interaksi mereka dengan suami READ MORE

Surat dari Dayah- Edisi Kemerdekaan

Di bulan kemerdekaan ini, Dayah kembali menyapa perempuan-perempuan pesisir lewat sepucuk surat. Surat yang berangkat dari kisah nyata, tentang bagaimana perempuan harus bertahan hidup di tengah badai persoalan. Dari Indah, seorang janda muda di Batu Bara yang berjuang menghidupi bayi dan ibunya yang sakit, hingga Ibu Ribut di Kendal yang rumah dan desanya kian tenggelam READ MORE

Tubuh yang Menyimpan Peta Krisis

Di hari kedua workshop yang diselenggarakan KPPI di Posko KNTI Semarang, suasana masih terasa hangat. Para peserta perempuan dari Semarang, Demak, dan Tangerang kembali duduk melingkar bersama dua fasilitator, Siti Maimunahi dan Mia Hasmi, untuk mengawali hari dengan sesi refleksi. Cerita dan data yang sempat menguras emosi di hari sebelumnya mulai dibaca ulang—dengan kepala lebih READ MORE

Membaca Krisis Iklim pada Tubuh Perempuan

Sebuah workshop bertajuk adaptasi perempuan pesisir terhadap krisis iklim digelar di Posko KNTI Semarang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KPPI (Kesatuani Perempuan Pesisir Indonesia) dan diikuti oleh perempuan-perempuan nelayan dari tiga wilayah: Semarang, Demak, dan Tangerang. Fasilitator workshop, Siti Maimunahi dan Mia Hasmi, memandu jalannya proses selama beberapa hari ke depan, dengan tujuan menggali pengalaman hidup READ MORE